oleh

Ribuan Batang Rokok Barang Ilegal Tanpa Cukai yang Rugikan Negara Miliaran Rupiah Dimusnahkan

Kabarterjitu.com | Gersik – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Kabupaten Gresik memusnahkan barang sitaan hasil penindakan di bidang Kepabeanan dan Cukai berupa Hasil Tembakau (Rokok, TIS dan Liquid Vape), MMEA Impor/ Lokal dan obat-obatan kadaluwarsa (expired), yang diperoleh dari berbagai tempat di Kabupaten Gresik dan Lamongan.

Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budi Kismulayanto mengatakan, jenis barang yang dibakar rinciannya 513.263 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), 524 batang Sigaret Kretek Tangan (SKT), 1.400 batang Sigaret Putih Mesin (SKM) dengan pelanggaran tanpa dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bukan peruntukannya dan dilekati pita cukai bekas.

Kemudian Tembakau Iris (TIS), menyediakan/ menjualbelikan tidak sesuai ketentuan, sejumlah 16 bungkus, Liquid Vape (HPTL) tanpa dilekati pita cukai, sejumlah 1,5 liter. “Ada juga minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Lokal dijualbelikan tidak sesuai ketentuan dan MMEA Impor yang tidak diberitahukan, sejumlah 267.516 liter,8 botol, 1 kantong, 60 kotak dan 51 buah Obat-obatan kadaluwarsa (expired) 6 buku dan majalah,” beber Bier Budi, Rabu (3/11/2021).

Bier Budi melanjutkan, adapun perkiraan Nilai Barang yang dimusnahkan sebesar Rp 566.763.556,00 (lima ratus enam puluh enam juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu lima ratus lima puluh enam rupiah) dengan kerugian negara sebesar Rp. 295.811.041,00 (dua ratus sembilan puluh lima juta delapan ratus sebelas ribu empat puluh satu rupiah).

“Bea Cukai Gresik juga melakukan penyidikan selama periode Juli 2019 Mei 2021 dan menghasilkan 3 SBP dengan barang bukti berupa rokok sebanyak 380.240 (tiga ratus delapan. puluh ribu dua ratus empat puluh) batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 155.902.000,00 (seratus lima puluh lima juta sembilan ratus dua rupiah),” lanjut dia.

Selain itu, Bea Cukai Gresik juga melakukan operasi gabungan bersama Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I dalam penindakan terhadap sarana pengangkut yang memasuki wilayah pengawasan Kanwil DJBC Jatim I dengan barang bukti berupa rokok sebanyak 2.768.000 (dua juta tujuh ratus enam puluh depalan ribu) batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 1.968.000.000,00 (satu milyar sembilan ratus enam puluh delapan juta rupiah).

“Adanya pandemi COVID-19 ini tidak membuat pengawasan Bea Cukai Gresik terhadap barang ilegal menurun. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai penindakan yang dilakukan sehingga saat ini kami bisa melakukan pemusnahan BMN sesuai surat keputusan Kanwil DJKN Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Subseksi Penuntutan Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gresik, Faris mengatakan, saat ini di Kabupaten Gresik satu kasus terkait penindakan yang dilakukan Bea Cukai sudah inkrah. “Kami komitmen untuk menegakkan peraturan di bidang kepabeanan dan cukai bersama Bea Cukai Gresik,” tandas Faris.

Kasi Pidana Khusus Kejari Lamongan, Subhan mengatakan bahwa di Lamongan tahun ini ada satu kasus terkait pelanggaran bidang kepabeanan yang sedang dalam proses peradilan. “Yang kasus tahun kemarin sudah inkrah, kami mendukung penuh upaya yang dilakukan Bea Cukai,” tandas dia.(Rkt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed