oleh

Kejari Lamongan Panggil Pejabat Disnaker, Ada Apa Ya….

Kabarterjitu.com | Lamongan – Kejakasan Negeri (Kejari) Lamongan memanggil sejumlah pihak Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker ) Kabupaten Lamongan terkait laporan dugaan kasus korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Lamongan.

Kasi Intel Kejari Lamongan Rustamaji ketika dikonfirmasi terkait adanya laporan dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau membenarkan, bahwa pihaknya masih klarifikasi, namun sifatnya masih pengumpulan data dan bahan keterangan terkait laporan dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. ” Ya prinsipnya kami masih puldata dan pulbaket terkait laporan tersebut,” kata Rustamaji kepada kabarterjitu.com Selasa (14/09)

Ketika ditanya nama sejumlah pejabat dilingkup Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan yang dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Lamongan, Rustamaji mengku tekah memanggil sejumlah pihak Disnaker Kabupaten Lamongan, namun dirimya enggan memberikan informasi siapa – siapa yang dipanggil. Sebab di ranah hukum itu masih asas praduga tak bersalah

“Karena masih puldata dan pulbaket. Jadi kami tidak bisa menyebutkan jumlah dan nama – nama pejabat Disnaker yang telah dipanggil. Dasarnya kalau diranah hukum kan asas praduga tak bersalah,” terangnya.

Ketika ditanya tanggal laporan dugaan koruosi DBHCHT Lamongan ? Rustam menjelaskan, laooran tersebut beberapa bulan lalu ketika kasus penulasan Covid -19 di Kabupaten Lamongan mssih tinggi sehingga pihak Kejari Lamongan tidak memungkinkan untuk memanggil.
“Ini kami belum bisa menyimpulkan telaah adanya dugaan kasus korupsi sesuai yang dilaporkan. Karena masih puldata dan pulbaket. Intinya kami belum terlalu open, kecuali kalau sudah masuk proses penyelidikan,” ucapnya.

Terkait siapa-siapa yang melaporkan dan atau mengadukan atas kasus dugaan korupsi DBH CHT yang menimpah Disnaker Lamongan ? Rustamaji menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melindungi pihak pelapor. “Intinya, pelapor merupakan salah satu lembaga di Kabupaten Lamongan. Pelapor juga telah melampirkan identitas KTP sebagai warga Kabupaten Lamongan,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinasker Kabupaten Lamongan Hamdani Azhari ketika dikonfirmasi melalui saluran Whatshap, meski terlihat centang dua , tanda pesan masuk , Hamdani sampai berita ini dinaikan enggan menjawab.(Rkt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed