oleh

Diduga Terlibat Jaringan Teroris Dua Orang di Lamongan Diamankan Densus 88 Polri

Kabarterjitu.com | Lamongan -Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dikabarkan telah mengamankan dua orang warga Lamongan pada Minggu (15/08) sore. Mereka diamankan diduga terlibat jaringan teroris. Informasi yang didapat adapun dua orang terduga teroris tersebut seorang berinsial DA, merupakan seorang pengasuh salah satu pesantren di Lamongan dan seorang pria berinisial AG. Kedua orang pria tersebut merupakan warga yang bedomisili di Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan.

Mereka diamankan ditempat berbeda , DA diamankan sekitar pukul 16.00 WIB saat dirinya berada di Kabupaten Tuban bersama istrinya. Sedangkan AG diamankan sekitar pukul 17.00 WIB ketika dirinya herada di pesantren yang diasuh oleh DA. Penangkapan itu dilakukan dalam operasi pencegahan dan penindakan terorisme. Dari informasi terakhir yang dihimpun, saat ini 2 orang terduga teroris tersebut telah diamankan oleh Densus 88, dan masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik.

Camat Brondong Kabupaten Lamongan Sariono SH MM, saat dikonfimasi terkait adanya dugaan penangkapan terduga teroris diwilayahnya membenarkan. Pihaknya mengungkapkan, bahwa ia juga sempat mendengar informasi terkait diamankannya dua orang terduga teroris tersebut oleh Densus 88. “Iya mas, saya juga sempat mendengar informasi tersebut, si DA katanya diamankan oleh Densus 88 saat dirinya pergi ke luar kota naik kendaraan umum bersama istrinya. Dan saat ini katanya telah dibawa dan diamankan. Untuk info lebih lanjutnya kami tidak mengetahuinya,” ungkap Sariono, Senin (16/08)

Sariono juga menyampaikan, bahwa dalam rangka menanggulangi aksi radikalisme dan pencegahan terorisme, Pemerintah Kecamatan Brondong bekerjasama dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat kerap melaksanakan kegiatan sosialiasi yang berkaitan dengan nasionalisme dan penguatan ideologi Pancasila. “Kami sering melakukan kegiatan insidental secara rutin untuk menangkal radikalisme dan terorisme, bekerjasama dengan Polairut, tokoh agama, dan MUI setempat. Terakhir kami juga memberikan surat edaran tentang pembatasan kegiatan dan penerapan prokes selama pandemi, utamanya saat momen HUT Kemerdekaan RI ini,” terangnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya telah menghimbau kepada seluruh pemerintah desa yang berada di Kecamatan Brondong untuk terus memonitoring desanya, sehingga  tercipta kondisi yang aman dan kondusif. “Alhamdulillah, masyarakat di sini sebenarnya respek sekali terhadap imbauan dan anjuran yang ada, baik mengenai penangkalan tindak radikalisme maupun penanganan pandemi Covid-19. Kami juga menghimbau kepada Pak Kades dan Bu Kades untuk terus memonitoring desanya masing-masing agar selalu kondusif dan aman,” pungkasnya.(kt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed